AHLan Wa MarHAbaNSahabatku di Dunia Gema Sholawat, ... IKUTI FESTIVAL SHOLaWAT AL BANJARI di POnDOK PESANTREN (Kami) SUNAN KALIJOGO SURABAYA, AHAD Tanggal 8 JULI 2012.. Dalam RANGka HAFLAH IMTIHAN ke-24 Dan Menyambut BULAN SUCI RAMADLON 1433H diPesantren kami...... Terima Kasih

Album Payung Sholawat v.1 - Al Mughits



Album sholawat payung sholawat ini merupakan album perdana yang dikeluarkan jam'iyyah sholawat nariyah al mughits dari Blitar.. Jam'iyyah ini sangat besar bahkan pernah dihadiri 75.000 orang dalam suatu majlis sholawat nariyyah, untuk mengenai seluk beluknya jam'iyyah sholawaat kami sendiri tidak mengetahui. kami hanya tau dari situs blogger "Almughits.blogspot.com".
mengenai Album ini.. Album ini merupakan kolaborasi gabungan ama Yani ( AL Muhabbatain ) dengan Gus Shoh (Ust. Hallo) sehingga terlihat sangat berseni dan khusyuk yang ditampilkan dalam videonya.. Album sholawat ini merupakan salah satu album yang paling disukai admin gema sholawat. "sangat syahdu dan Sangat khusuk " Bahkan videonya kami putar-putar 50an lebih masih terasa nikmat. apakah ini merupakan keberkahan album yang dilantun gus shoh ini.
Ada 6 lagu dalam album ini, yang paling berkesan adalah Ya Robbana tarofna dan Isyfalana ALlah biha" berikut link downloadnya :
01. mahalul qiyam - payung sholawat v.1.mp3
02. ya allah biha - payung sholawat v.1.mp3
03. ya robbana tarofna - payung sholawat v.1.mp3
04. ya ilahalkaun - payung sholawat v.1.mp3
05. isyfa'lana - payung sholawat v.1.mp3
06. ya araham - payung sholawat v.1.mp3

Demikian Sedikit informasi dari kami

[+/-] Selengkapnya...

Group Asy Syafa'ah - IQMA IAIN Sunan Ampel Surabaya


SEJARAH Group Sholawat
Setelah kami mendengarkan penuturan cerita group ini.. jadi merinding juga.... """eeeh Minum Jamu supaya merdu lantunan suara"""
ini sebagaimana penuturan sahabat Amel (generasi 2009-skg) dan Rizal Muhasabah. lewat group berbagi sholawat >Gema Sholawat
berikut petikan percakapannya oleh sahabat IQMA "Asyafa'ah Iqma berdiri bermuara dari tahun 2006, dimana saat itu IQMA memiliki banyak personil group banjari dan tidak mungkin untuk ikut festifal sholawat banjari dg personil 20 org dalam 1 group, yg kemudian dibagi menjadi 2 group GB IQMA dan GB Assyafa'ah.. Pendirian group Asy Syafa'ah tujuannya adalah untuk melestarikan dan menyemarakkan Sholawat Al Banjari dan yg terpenting adalah menjaga eksistensi kaidah albanjari yg murni."
Bagaimana dengan penuturan vokal Asy Syafa'ah - Amel ?

""pada periodeQ saat tu thun 2009 awal masuk kuliah... saat tu da festival sholawat d GIANT-SBY.... terus anggota2 baru yg punya potensi d rekrut ma senior2 IQMA...
Seminggu sbelum Festival, Qta di latih mati2an....
knapa senior IQMA nunjuk Q jadi Vocal,padahal yg lain juga banyak yg mampu n ju2r waktu tu Q tak pernah 1 pun mengerti banjari itu seperti pa n lagu2x juga seperti pa....pagi, siang, malam kita latihan terus.
bukan hanya latihan vocal, tapi kita juga di paksa minum jamu (meski banyak juga temen2 yg muntah) tapi tiap hari seperti itu....
sempat juga Q dilarang tuk ikut festival kira2 1semester oleh keluarga gara2 mereka takut kalo ikut banjary bisa merusak Qiro'ahQ...
tapi setelah Q jelaskan lagi....akhirx sekarang sudah diperbolehkan.
hehehe. . . Kalo d inget2 lucu bnget. Pertama kali ikut l0mba d GIANT Maspi0n sby 2010 juara harapan 1. n slama ikut l0mba alhamd dapat juara.
entah juara 123 or hrpn 123 or fav0rit. Kecuali 2x gk masuk juara tu pas d bulak-knjeran n d perak kmrin.
da kslahan teknis. Hehehe. . .
kalo liat perjuangan dulu sangat berat sekali....
Q berterimakasih kpd senior2 IQMA yg melatih Qta hingga bisa seprti skarang...."""

Sungguh Group yang berkelas... Group ini Juara Bertahan (tahun 2011) di Festival Sholawat Al Banjari PonPes Sunan Kalijogo. dan Bagaimana tahun 2012 yakni Tanggal 8 Juli 2012???
Berikut sebagian daftar prestasi group Asy Syafa'ah IQMA IAIN
1. Juara 1 Festival Ponpes Sunan Kalijogo Surabaya 2011
2. Juara III Festival ITS Surabaya 2011
3. Juara I di Mojowarno jombang 2012
4. Universitas diPasuruan.. (juara 3) 2012
5. Juara 1 di Nurul Huda Malang 2011
dll..
Berikut Kumpulan MP3 dari group ini
asy syafa'ah {ilahunarrohman} mp3
asy syafa'ah {maulaya}

03. insyi'ta mp3
sedang dalam proses
4. Zairor roudloh
5. dll...
Videonya Sebagai berikut


dan


bagaimana dengn liela salah satu vokalnya jg?Liela Keiyla
"geh niku wau dh d critakan amel,,dr mnum jamu,,latian tiap pge,siang, sore bhkan ampe mlem nonstop!!dr pngaturan nfas,,cra mngeluarkn swara,n makhrod huruf yg bner,,n olah rga" ada PENGATURAN NAFAS - CR MENGELUARKAN SUARA( Makhorijul Huruf) - TajwIDul Huruf (red.)

Demikian sedikit informasi group sholawat IQMA IAIN SUNAN AMPEL INI semoga dilain kesempatan dilengkapi oleh sahabat- senior lain. terima kasih.

[+/-] Selengkapnya...

JASAD PROF. DR. AS-SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI MASIH UTUH


~Setahun pasca wafatnya Habib
Muhammad bin 'Alwi Al-Maliki Al-Hasani Mekkah, orang-orang Wahabi yang berniat mau menghinakan Habib Muhammad, karena kebiasaan di Mekkah jika jenazah sudah hancur maka akan dipindah ke tempat lain agar areal lama dimasukkan jenazah yang baru; kemudian orang Wahabi melakukan penggalian makam beliau, awalnya mereka berharap agar apa yang mereka temukan pasca 1 tahun adalah jenazah yang sudah hancur, tapi apa dikata ?

Ternyata tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya, JENAZAH Habib Muhammad masih UTUH.

~2 tahun kemudian, mereka menggali kembali makam Habib Muhammad, apa dikata? JENAZAH pun masih utuh, bahkan RAMBUT dan KUKU beliau terlihat tumbuh panjang.

~5 tahun kemudian, dilakukan hal yang sama, dan ternyata JENAZAH beliau MASIH UTUH, bahkan TERCIUM AROMA WANGI YANG WANGINYA MELEBIHI WANGINYA KAYU GAHRU

Subhanallah… Kejadian ini sudah mentaubatkan orang-orang Salafi Wahhabi.

Sumber: Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun (Bangil)

beliau pulang ke rahmatullah pada 15 Ramadhan 1425H bersamaan 29 Oktober 2004, waktu subuh, hari Jumaat.

Biografi beliau

Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Bab As-salam. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa’id Yamani, dan lain-lain.
Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami’ al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan juga anak benua Indo-Pakistan, dan memperoleh sertifikasi mengajar (ijazah) dan sanad dari Imam Habib Ahmad Mashhur al Haddad, Syaikh Hasanayn Makhluf, Ghumari bersaudara dari Marokko, Syekh Dya’uddin Qadiri di Madinah, Maulana Zakariyya Kandihlawi, dan banyak lainnya.
Sayyid Muhammmad merupakan pendidik Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seorang ‘alim kontemporer dalam ilmu hadits, ‘alim mufassir (penafsir) Qur’an, Fiqh, doktrin (‘aqidah), tasawwuf, dan biografi Nabawi (sirah). Sayyid Muhammad al-Makki merupakan seorang ‘aliim yang mewarisi pekerjaan dakwah ayahanda, membina para santri dari berbagai daerah dan negara di dunia Islam di Makkah al-Mukarromah. Ayahanda beliau adalah salah satu guru dari ulama-ulama sepuh di Indonesia, seperti Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari, KH. Abdullah Faqih Langitan, KH. Maimun Zubair dan lain-lain.
Ayah beliau, Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah. Disamping aktif dalam berdawah baik di Masjidil Haram atau di kota kota lainnya yang berdekatan dengan kota Makkah seperti Thoif, Jeddah dll, Sayyid Alwi Almaliki adalah seorang alim ulama yang pertama kali memberikan ceramah di radio Saudi setelah salat Jumat dengan judul “Hadist al-Jumah”. Begitu pula ayah beliau adalah seorang Qadhi yang selalu di panggil masyarakat Makkah jika ada perayaan pernikahan.
Selama menjalankan tugas da’wah, Sayyid Alwi bin Abbas Almaiki selalu membawa kedua putranya Muhammad dan Abbas. Mereka berdua selalu mendampinginya kemana saja ia pergi dan berceramah baik di Makkah atau di luar kota Makkah. Adapun yang meneruskan perjalanan dakwah setelah wafat beliau adalah Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dan Sayyid Abbas selalu berurusan dengan kemaslahatan kehidupan ayahnya.
Sebagaimana adat para Sadah dan Asyraf ahli Makkah, Sayyid Alwi Almaliki selalu menggunakan pakaian yang berlainan dengan ulama yang berada di sekitarnya. Beliau selalu mengenakan jubbah, serban (imamah) dan burdah atau rida yang biasa digunakan dan dikenakan Asyraf Makkah.

Dalam meneruskan perjuangan ayahandanya, Sayyid Muhammad sebelumnya mendapatkan sedikit kesulitan karena beliau merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah melanjutkan studi dan ta’limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan Universitas al-Azhar Assyarif merupakan pilihannya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidil Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universitas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka majlis ta’lim dan pondok di rumah beliau. Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjidil haram atau di rumah tidak bertumpu pada ilmu tertentu seperti di Universitas, akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan mencicipi apa yang diberikan Sayyid Muhammad
Maka dari itu beliau selalu menitik beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya, beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama. Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di Indonesia, India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dakwah Sayyid Muhammad al Maliki, ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit yang masuk ke dalam pemerintahan.
Foto: Beliau bersama Al-Habib Al-Imam Al-Quthb Abdullah bin Abdul Qadir Balfaqih al-Husaini, pendiri pesantren Darul Hadits, Malang, Jawa Timur.
Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari, beliau juga mengasuh pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku. Setelah beberapa tahun belajar, para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama. Sayyid Muhammad al Maliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih- lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah.
Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku, baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan memecahkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang benar bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan.
Sayyid Muhammad tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, mereka sangat pandai, di samping menguasai bahasa Arab, mereka juga menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan pegangan dan referensi di negara-negara mereka.
Pada akhir hayat beliau saat terjadi insiden teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syekh sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti “Hiwar Fikri” di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 DhulQo’idah 1424 H dengan judul “Al-qhuluw wal I’tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah”, di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist (keras). Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul “Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama”. Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da’wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas. Pada tg 11/11/1424 H, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da’wah.
Di samping tugas beliau sebagai da’i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau juga seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab-kitab beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll. Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red.) bersinar layaknya suatu kemilau mutiara.
Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka. Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan oleh ‘rumah Najd’ dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.). Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah menggunakan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf. Saat kaum Salafi-Wahhabi mendiskreditkan beliau, beliau pun menulis lebih banyak buku dan mendirikan Zawiyyah beliau sendiri yang menjadi “United Nations” (Perserikatan Bangsa- Bangsa) dari para ‘Ulama.

Akhirnya, protes dari dunia Muslim memaksa kaum Salafi-Wahhabi untuk menghentikan usaha mereka mem-peti es-kan sang ‘alim kontemporer’ yang paling terkenal dalam mazhab Maliki ini. Beberapa di antara mereka bahkan mulai mendukung beliau. Kedengkian mereka sebenarnya didorong oleh fakta bahwa Sayyid Muhammad al-Maliki jauh lebih unggul untuk dijadikan tandingan mereka. Dengan sendirian saja, beliau mengambil Islam Sunni dari klaim tangan-tangan Neo-Khawarij Salafi-Wahhabi dan menempatkannya kembali ke tangan mayoritas ummat ini. Melalui berbagai karya-karyanya yang menonjol, beliau menyuntikkan kepercayaan diri yang amat dibutuhkan dalam perdebatan saat kaum jahil yang mengandalkan ijtihad pribadi mulai meracuni pemikiran umat Islam.
Beliau Wafat

Jumat 15 Ramadhan, Makkah dan dunia Islam menangis. Setelah azan subuh dikumandangkan dan sholat subuh didirikan di Masjidil Haram- Makkah, tersiarlah berita bahwa Sayyid Mohammad bin Alwi Almaliki, wafat. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah, setelah beberapa jam saja berjuang melawan penyakit yang datang secara mendadak. Berita itu membuat cukup kabut keluarga, murid-muridnya, dan masyarakat Makkah yang tengah menunggu kepulihan kembali kesehatan beliau. Tapi sebaliknya berita yang didengar adalah wafatnya beliau. Ini benar-benar yang membuat mereka menjadi kalang kabut.
Begitu mendengar berita duka dari mulut ke mulut, ribuan masyarakat pencinta beliau panik. Mereka kalang-kabut dan berbondong-bondong menyerbu rumah kediaman beliau untuk menyaksikan kebenaran wafatnya beliau yang secara mendadak. Karena mereka hampir tidak percaya dengan berita itu. Suasana pun tambah panik lagi pagi itu setelah jasad Almarhum dibawa dari rumah sakit ke rumah beliau.
Ribuan orang berduyun-duyun ke rumah beliau ingin menyaksikan jenazah Almarhum secara langsung. Kepanikan warga Makkah itu membuat macet lalu-lintas. Jalan menuju Hay al Rashifah, rumah kediaman beliau, dipadati kendaraan dan manusia.
Beberapa jam sebelum kepulangan beliau ke rahmatullah, tidak sedikit masyarakat dan santri datang seperti biasa ke rumahnya di hay Rashifah Makkah untuk mendengarkan wejangan dan ceramah Ramadhan yang biasa di berikan setiap hari usai sholat tarawih. Mereka semua mendunggu ceramah dan nafahat ramadhaniyah khususnya ceramah tentang perang Badar yang dijanjikan beliau akan diutarakannya pada pertengahan bulan yang suci Ramadhan.
Akan tetapi Allah telah merencanakan kematian beliau di hari itu yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Pada saat itu Sayyid Mohammad bin Alwi al Maliki mendapatkan serangan jantung secara mendadak dan segera dibawa kerumah sakit. Hanya beberapa jam saja beliau tinggal di rumah sakit dan dengan kesedihan yang dalam diberitakan beliau telah menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Beliau wafat hari jumat tgl 15 ramadhan 1425 H ( 2004 M) dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la disamping makam istri Rasulallah Saw. Khadijah binti Khuailid Ra. dengan meninggalkan 6 putra, Ahmad, Abdullah, Alawi, Ali, al- Hasan dan al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini.

Dan yang menyaksikan pemakaman beliau hampir seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negeri. Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, setelah disholatkan di Masjidil Haram ba’da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza’. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat. Ketika jenazah Sayyid Muhammad Al Maliki hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga kota Mekkah bergantian menggusung jenazahnya. Dikabarkan toko-toko di sekitar Masjidil Haram yang dilewati jenazah mematikan lampu sebagai tanda dukacita. Kebesaran keluarga Al Maliki, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara Afrika, Mesir, dan Asia Tenggara. Jadi tidak heran dengan meninggalnya Sayyid Muhammad Al Maliki umat Islam telah kehilangan satu ulama yang telah mengoreskan tinta sejarah perjuangan menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini yang menjadi tauladan buat kita semua.

Selamat tinggal ayah yang berhati baik. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah, ilmu, teladan dihati hati kami. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Selamat tinggal pahlawan yang jujur, ikhlas dalam amal dan perbuatanya. Selamat jalan… selamat jalan,.. kebaikan dan kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan disaat wafatmu. Kamu telah hidupi hari hari mu didunia dengan mulia, dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. Jika sekarang kita telah berpisah untuk sementara, maka kami pasti akan menyusulmu Insya Allah dan kita pasti akan bertemu dan berkumpul kembali.
Murid Beliau di Indonesia

Sayid Muhammad Al Maliki mendirikan tidak kurang 30 buah pesantren dan sekolah di Asia Tenggara. Karangannya mencapai puluhan kitab mengenai usuluddin, syariah, fikih dan sejarah Nabi Muhammad. Ia mendapat gelar profesor dari Universitas Al-Azhar pada tanggal 6 Mei 2000. Ratusan murid yang menampa pendidikan di pesantrennya, biaya makan dan pemondokan ditanggungnya, alias gratis.

Menurut Habib Abdurahman A Basurrah, wakil sekjen Rabithah Alawiyah yang lama mukim di Arab Saudi, di Indonesia di antara murid-murid Al-Maliki banyak yang menjadi ulama terkenal dan pendiri dari berbagai pesantren. Murid-muridnya itu antara lain Habib Abdulkadir Alhadad, pengurus Al-Hawi di Condet, Jakarta Timur; Habib Hud Baqir Alatas pimpinan majelis taklim As-Shalafiah; Habib Saleh bin Muhammad Alhabsji; Habib Naqib Bin Syechbubakar yang memimpin majelis taklim di Bekasi; Novel Abdullah Alkaff
yang membuka pesantren di Parangkuda, Sukabumi.
Di antara ulama Betawi lainnya yang pernah menimba ilmu di Makkah adalah KH Abdurahman Nawi, yang kini memiliki tiga buah madrasah/pesantren masing-masing di Tebet, Jakarta Timur, dan dua di Depok. Masih belasan pesantren dan madrasah di Indonesia yang pendirinya adalah alumni dari Al-Maliki. Seperti KH Ihya Ulumuddin yang memiliki pesantren di Batu, Malang. Demikian pula Pesantren Riyadul Solihin di Ketapang (Probolinggo), dan Pondok Pesantren Genggong, juga di Probolinggo.
Karya-karya Beliau:

Aqidah

* Mafahim Yajib ‘an Tusahhah (read online)
* Manhaj al-Salaf fi Fahm al-Nusus
* Al-Tahzir min al-Takfir
* Huwa Allah
* Qul Hazihi Sabeeli
* Sharh ‘Aqidat al-‘Awam

Tafsir

* Zubdat al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an
* Wa Huwa bi al-Ufuq al-‘A’la
* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ulum al-Quran
* Hawl Khasa’is al-Quran

Hadits

* Al-Manhal al-Latif fi Usul al-Hadith al-Sharif
* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ilm Mustalah al-Hadith
* Fadl al-Muwatta wa Inayat al-Ummah al-Islamiyyah bihi
* Anwar al-Masalik fi al-Muqaranah bayn Riwayat al-Muwatta lil-Imam Malik

Sirah

* Muhammad(Sall Allahu ‘Alayhi Wa Sallam) al-Insan al-Kamil
* Tarikh al-Hawadith wa al-Ahwal al-Nabawiyyah
* ‘Urf al-T ‘arif bi al-Mawlid al-Sharif
* Al-Anwar al-Bahiyyah fi Isra wa M’iraj Khayr al-Bariyyah
* Al-Zakha’ir al-Muhammadiyyah
* Zikriyat wa Munasabat
* Al-Bushra fi Manaqib al-Sayyidah Khadijah al-Kubra

Ushul

* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi Usul al-Fiqh
* Sharh Manzumat al-Waraqat fi Usul al-Fiqh
* Mafhum al-Tatawwur wa al-Tajdid fi al-Shari‘ah al-Islamiyyah

Fiqh

* Al-Risalah al-Islamiyyah Kamaluha wa Khuluduha wa ‘Alamiyyatuha
* Labbayk Allahumma Labbayk
* Al-Ziyarah al-Nabawiyyah bayn al-Shar‘iyyah wa al-Bid‘iyyah
* Shifa’ al-Fu’ad bi Ziyarat Khayr al-‘Ibad
* Hawl al-Ihtifal bi Zikra al-Mawlid al-Nabawi al-Sharif
* Al-Madh al-Nabawi bayn al-Ghuluww wa al-Ijhaf

Tasawwuf

* Shawariq al-Anwar min Ad‘iyat al-Sadah al-Akhyar
* Abwab al-Faraj
* Al-Mukhtar min Kalam al-Akhyar
* Al-Husun al-Mani‘ah
* Mukhtasar Shawariq al-Anwar

Lain-lain

* Fi Rihab al-Bayt al-Haram (Sejarah Kota Mekah)
* Al-Mustashriqun Bayn al-Insaf wa al-‘Asabiyyah (Study of Orientalism)
* Nazrat al-Islam ila al-Riyadah (Sports in Islam)
* Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da‘wah ila Allah (Methods of Dawah)
* Ma La ‘Aynun Ra’at (Description of Paradise)
* Nizam al-Usrah fi al-Islam (Islam and Family)
* Al-Muslimun Bayn al-Waqi‘ wa al-Tajribah (Contemporary Muslim world)
* Kashf al-Ghumma (Virtues of helping fellow Muslims)
* Al-Dawah al-Islahiyyah (Call for Reform)
* Fi Sabil al-Huda wa al-Rashad (Collection of speeches)
* Sharaf al-Ummah al-Islamiyyah (Superiority of the Muslim Ummah)
* Usul al-Tarbiyah al-Nabawiyyah (Prophetic methods of education)
* Nur al-Nibras fi Asanid al-Jadd al-Sayyid Abbas (Set of Grandfather’s Ijazahs)
* Al-‘Uqud al-Lu’luiyyah fi al-Asanid al-Alawiyyah (Set of father’s Ijazahs)
* Al-Tali‘ al-Sa‘id al-Muntakhab min al-Musalsalat wa al-Asanid (Set of Ijazahs)
* Al-‘Iqd al-Farid al-Mukhtasar min al-Athbah wa al-Asanid (Set of Ijazahs)

[+/-] Selengkapnya...

Album Padang Bulan - Al Munsyidin v.10


Bismillah wal Alhamdulillah album terbaru dari Al Munsyidin telah mengeluarkan album ke 10 nya dengan nama "Padang Bulan" yang merupakan karya Maulana Al Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya dari Pekalongan. Beliau merupakan keturunan Kanjeng Rosulullah SAW sekaligus Ulama Besar di Bumi Nusantara.
Khusus Album ini merupakan kiriman dari sahabat kita Zainuddin Noor Ikhwan lewat group berbagi sholawat >Gema Sholawat
. Khusus Album ini berirama Hadroh Al Banjari yang sedikit berbeda dengan album sebelumnya... Sungguh Mantab dan lantunan syahdunya dan layak menjadi koleksi sholawat sahabat sahabat.. Terutama bai team Hadroh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Nurul Mustofa (Habin Hasan) Maupun Majelis Rosulullah (Habib Munzir). berikut Daftar lagunya...
♪♪ SHALAWAT AL MUNSYIDIN PEKALONGAN VOL 10 ♪♪
----------------------------------------------------------------
1. Ilahana :
Klik disini mp3
2. Rabana Sholli :
Klik disini mp3
3. Dhoharoddin :
Klik disini mp3
4. Muhammadun :
Klik disini mp3
5. Padang Bulan :
Klik disini mp3
6. Sholatun :
Klik disini mp3
7. Rabbi Hama Qolbu :
Klik disini mp3
8. Qul Ya Adzim :
Klik disini mp3
berikut salah satu teksnya

Demikian Sedikit informasi dari kami, semoga bermanfaat.

[+/-] Selengkapnya...

Album Perdana - Asy Syauq STAIN KUDUS


Foto ini diambil saat Juara 1 di IAIN WALISONGO SEMARANG
UKM JQH STAIN Kudus mengikuti festival rebana di IAIN Walisongo pada tanggal 7 Desember 2009. UKM JQH STAIN Kudus memiliki satu group putri dengan nama Laskar Mahbubee group rebana putri UKM JQH Asy-Syauq (Kerinduan) yang dilatih oleh Mun’im dan Sholeh mendapatkan juara 1. Kebahagiaan terpancar dari wajah para Anggota JQH Asy-Syauq STAIN Kudus dan menjadikan mereka semakin terlecut untuk terus berkarya. dan ini kiriman dari sahabat kita Ali Mustofa Suweneng N'konMabok""
Sholawatan dri Asy-Syauq kmpus STAIN Kudus Vocal Gus SHofa dri AM Kudus
monggo silhklan di download
Asy-Syauq - subhanaka
Klik diini.mp3
Asy-Syauq - alfasholah
Klik diini.mp3
Asy - Syauq - Asma Allah
Klik diini.mp3
Asy Syauq - Bikastajibu
Klik diini.mp3
Asy - Syauq - pengarep-arep
Klik diini.mp3
Asy Syauq - Ya Robbana
Klik diini.mp3
Asyauq - Qur'anuna
Klik diini.mp3

demikian sedikit informasi dari group ini..

[+/-] Selengkapnya...

Donasi Gema Sholawat

Rek. BCA 077 044 6406 (Kode Bank 014)
Rek. Muamalat : 5010 533 822 (Kode Bank 147)
BTN : 13189-01-57-000248-6 (Kode Bank 200)
All an. Nuryahman (Abdullah Mustaghfirin)

Pengelola Situs

My Photo
Santri Pondok Pesantren Sunan Kalijogo - Surabaya Aktif sebagai Mahasiswa 3Perguruan Tinggi

Blog Archive

Data Pecinta Blog Gema Sholawat ini

Sekilas Catatan Kecil Group - Group Sholawat Festival Sholawat Al Banjari

SURABAYA
01. Group Syauqul Habib
02. Group Ihyaut Turost
03. Group Asy Syafa'ah IQMA IAIN
04. Group Isyfina Sunan Kalijogo
05. Group Nidaul Ilaih
06. Group El Sabil
07. Group Al Azhar Unesa
08. ................
SIDOARJO
01. Group Nurut Taibin (NTB)
02. Group Manbaul Ma'arif
03. Group Fa'fuanna
04. Group As Salwa
05. Group Kun Fayakun
06. Group Zero Faza
07. Group Da'watul Khoirot
08. ..................... JOMBANG
01. Labib AL Asyrofi
02. Muhasabatul Qolbi
03. Group Al Jalalah
04. ............
Loading...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP