AHLan Wa MarHAbaNSahabatku di Dunia Gema Sholawat, ... IKUTI FESTIVAL SHOLaWAT AL BANJARI di POnDOK PESANTREN (Kami) SUNAN KALIJOGO SURABAYA, AHAD Tanggal 8 JULI 2012.. Dalam RANGka HAFLAH IMTIHAN ke-24 Dan Menyambut BULAN SUCI RAMADLON 1433H diPesantren kami...... Terima Kasih

Cerita Hikmah "Merujuklah Ulama"

Inilah kisah kiai kampung, kebetulan kiai kampung ini menjadi imam musholla
dan sekaligus pengurus ranting NU di desanya. Suatu ketika didatangi seorangtamu, mengaku santri liberal, karena lulusan pesantren modern danpernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah.

Tamu itu begitu PD (Percaya Diri),karena merasa mendapat legitimasi akademik,
plus telah belajar Islam di tempatasalnya. Sedang yang dihadapi hanya kiai kampung, yang lulusan pesantren salaf.

Tentu saja, tujuan utama tamu itu mendatangi kiai untuk mengajak debat dan berdiskusi seputar persoalankeagamaan kiai.

Santri liberal ini langsung menyerang sang kiai: "Sudahlah Kiai tinggalkan kitab-kitab
kuning (turats) itu, karena ituhanya karangan ulama kok.
Kembali saja kepada al-Qur'an danhadits," ujar santri itu dengan nada menantang.

Belum sempat menjawab, kiai kampung itu dicecar dengan pertanyaan berikutnya.
"Mengapa kiai kalau dzikir kokdengan suara keras dan pakai menggoyangkan kepala ke kiri dan ke kanan segala. Kan itu semua tidak pernah terjadipada zaman nabi dan berarti itu perbuatan bid'ah," kilahnya dengan nada yakin dan semangat.

Mendapat ceceran pertanyaan, kiai kampung tak langsung reaksioner.
Malah sang kiai mendengarkan dengan penuh perhatian dan tak langsung menanggapi. Malah kiai itu menyuruh anaknya mengambil termos dan gelas.
Kiai tersebut kemudian mempersilahkan minum, tamu tersebut kemudian menuangkan air ke dalam gelas.

Lalu kiai bertanya: "Kok tidak langsung diminum dari termos saja, mengapa dituang ke gelas dulu?," tanya kiai santai.
Kemudian tamu itu menjawab: Ya ini agar lebih mudah minumnya kiai," jawab santri liberal ini. Kiai pun memberipenjelasan: "Itulah jawabannya mengapa kami tidak langsung mengambil dari al-Qur'an dan hadits.

Kami menggunakan kitab-kitab kuning yang mu'tabar, karena kami mengetahui bahwa
kitab-kitab mu'tabaroh adalah diambil dari al-Qur'an dan hadits, sehingga kami yang awam ini lebih gampang mengamalkan wahyu, sebagaimana apa yang engkau lakukan menggunakan gelas agar lebih mudah minumnya, bukankah begitu?". Tamu tersebut terdiam tak berkutik.

Kemudian kiai balik bertanya:"Apakah adik hafal al-Qur'an dan sejauh mana pemahaman adik tentang al-Qur'an? Berapa ribu adik hafal hadits? Kalau dibandingkan dengan 'Imam Syafi'i siapa yang lebih alim?"

Santri liberal ini menjawab: Ya tentu 'Imam Syafi'i kiai sebab beliau sejak kecil telah hafal al-Qur'an, beliau juga banyak mengerti dan hafal ribuan hadits, bahkan umur 17 tahun beliau telah menjadi guru besar dan mufti," jawab santri liberal.

Kiai menimpali: "Itulah sebabnya mengapa saya harus bermadzhab pada 'Imam Syafi'i, karena saya percaya pemahaman Imam Syafi'i tentang al-Qur'an dan hadits jauh lebih mendalam dibanding kita,bukankah begitu?," tanya kiai.
"Ya kiai," jawab santri liberal.

Kiai kemudian bertanya kepada tamunya tersebut: "Terus selama ini orang-orang awam. Tata cara ibadahnya mengikuti siapa jika menolak madzhab, sedangkan mereka banyak yang tidak bisa membaca al-Qur'an apalagi memahami?," tanya kiai.

Sang santri liberal menjawab: "Kan ada lembaga majelis yang memberi fatwa yang mengeluarkanhukum-hukum dan masyarakat awam mengikuti keputusan tersebut,"
jelas santri liberal.

Kemudian kiai bertanya balik:"Kira-kira menurut adik lebih alim mana anggota majelis
fatwa tersebut dengan Imam Syafi'i ya?.".
Jawab santri: "Ya tentu alim Imam Syafi'i kiai," jawabnya singkat.

Kiai kembali menjawab: "Itulah sebabnya kami bermadzhab 'Imam Syafi'i dan tidak langsung mengambil dari al-Qur'an dan hadits,".

" Oh begitu masuk akal juga ya kiai!!," jawab santri liberal ini.
Tamu yang lulusan Timur Tengah itus etelah tidak berkutik dengan kiai kampung,
akhirnya minta izin untuk pulangdan kiai itu mengantarkan sampai pintu pagar.... ^_^

4 komentar:

kall 17:34  

MANTAP KANG CERITANYA...

Rony Ericsson 05:12  

sip bngt critane, masya alloh. Ingin berbagi rasanya

Ali Murtadlo 19:57  

kemudian silahkan minum dulu,,setelah ngerti rasanya minum enak,berucap Alhamdulillah,,sambil geleng geleng2,,
itu jwbannya kenapa dzikir sambil geleng2,karena tau enaknya dzikir

Anonymous,  23:28  

izin copas y

Donasi Gema Sholawat

Rek. BCA 077 044 6406 (Kode Bank 014)
Rek. Muamalat : 5010 533 822 (Kode Bank 147)
BTN : 13189-01-57-000248-6 (Kode Bank 200)
All an. Nuryahman (Abdullah Mustaghfirin)

Pengelola Situs

My Photo
Santri Pondok Pesantren Sunan Kalijogo - Surabaya Aktif sebagai Mahasiswa 3Perguruan Tinggi

Blog Archive

Data Pecinta Blog Gema Sholawat ini

Sekilas Catatan Kecil Group - Group Sholawat Festival Sholawat Al Banjari

SURABAYA
01. Group Syauqul Habib
02. Group Ihyaut Turost
03. Group Asy Syafa'ah IQMA IAIN
04. Group Isyfina Sunan Kalijogo
05. Group Nidaul Ilaih
06. Group El Sabil
07. Group Al Azhar Unesa
08. ................
SIDOARJO
01. Group Nurut Taibin (NTB)
02. Group Manbaul Ma'arif
03. Group Fa'fuanna
04. Group As Salwa
05. Group Kun Fayakun
06. Group Zero Faza
07. Group Da'watul Khoirot
08. ..................... JOMBANG
01. Labib AL Asyrofi
02. Muhasabatul Qolbi
03. Group Al Jalalah
04. ............
Loading...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP