Keutamaan Tarawih Ramadhan - Kitab Duratun Nashihin.
20 Juli 2013
Di Malam Ramadhan ke 12 tahun 1434H (2013) ini kami ingin menulis keutamaan Malam ramadhan dari malam 1 ke 30, yang berasal dari kitab Duratun Nashihin karya Syaikh Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khaubawi Rahimahullahu 'Anhu wa Nafa'anallahu bihi wa bi 'ulumihi fi daraini Aamiin. Pada tahun 1224 H (Sekitar 200 tahun yang lalu...
Saya Pribadi mengaji Kitab Duratun Nashihin ini, di Pesantren Kyai Galang Sewu Semarang oleh Abah Jaelami Serta di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Surabaya oleh KH. Muchsin Nurhadi.
Menurut guru saya tersebut beliau (Syaikh Usman Syakir) bermadzab Hanafi - Ahlus Sunah Wal Jama'ah. Kitab ini berisi Fadhilatul Amal (Keutamaan Amal). Jadi dapat digunakan referensi dalam fadhilah fadhilah ibadah, bahkan sangat bagus isinya karena memuat hikmah - dan cerita yang menyentuh hati.
ุฏุฑุฉ ุงููุงุตุญูู ูู ุงููุนุธ ูุงูุงุฑุดุงุฏ hal. 18
Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”
(HR Majalis) Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin
yang dimaksud HR Majalis disini adalah periwayatnya dari para tabi’ tabi’in, Bukhari, Muslim, Imam, dll yang membenarkan hadist diatas
Banyak tulisan tulisan diinternet menganggap Kitab Duratun Nashihin berbahaya, karena memuat hadist dhoif terlebih lagi adanya fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (ulama wahhabi). Insya Allah Kitab ini dikarang Ulama Ahlus Sunah wal Jama'ah yang bermadzab Hanafi.
Akhirnya, semoga semua amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan ridho dari Allah sebagai seorang yang bertakwa sebagai bentuk tujuan dari dilaksanakan puasa ramadhan
Saya Pribadi mengaji Kitab Duratun Nashihin ini, di Pesantren Kyai Galang Sewu Semarang oleh Abah Jaelami Serta di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Surabaya oleh KH. Muchsin Nurhadi.
Menurut guru saya tersebut beliau (Syaikh Usman Syakir) bermadzab Hanafi - Ahlus Sunah Wal Jama'ah. Kitab ini berisi Fadhilatul Amal (Keutamaan Amal). Jadi dapat digunakan referensi dalam fadhilah fadhilah ibadah, bahkan sangat bagus isinya karena memuat hikmah - dan cerita yang menyentuh hati.
ุนู ุนูู ุจู ุฃุจู ุทุงูุจ ุฑุถู ุงููู ุนูู ุฃูู ูุงู: ุณุฆู ุงููุจู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนู ูุถุงุฆู ุงูุชุฑูุงูุญ ูู ุดูุฑ ุฑู ุถุงู ููุงู: ูุฎุฑุฌ ุงูู ุคู ู ู ู ุฐูุจ ูู ุฃูู ูููุฉ ูููู ููุฏุชู ุฃู ู، ูู ุงููููุฉ ุงูุซุงููุฉ: ูุบูุฑ ูู ููุฃุจููู ุฅู ูุงูุง ู ุคู ููู. ูู ุงููููุฉ ุงูุซุงูุซุฉ: ููุงุฏู ู ูู ู ู ุชุญุช ุงูุนุฑุด ุงุณุชุฃุชูู ุงูุนู ู ุบูุฑ ุงููู ู ุง ุชูุฏู ู ู ุฐูุจู. ูู ุงููููุฉ ุงูุฑุงุจุนุฉ: ูู ู ู ุงูุฃุฌุฑ ูุฑุงุกุฉ ุงูุชูุฑุงุฉ ูุงูุงูุฌูู ูุงููุฑูุงู. ูู ุงููููุฉ ุงูุฎุงู ุณุฉ: ุฃุนุทุงู ุงููู ุชุนุงูู ู ุซู ู ู ุตูู ูู ุงูู ุณุฌุฏ ุงูุญุฑุงู ูู ุณุฌุฏ ุงูู ุฏููุฉ ูุงูู ุณุฌุฏ ุงูุงูุตู. ูู ุงููููุฉ ุงูุณุงุฏุณุฉ: ุฃุนุทุงู ุงููู ุชุนุงูู ุซูุงุจ ู ู ุทุงู ูู ุงูุจูุช ุงูู ุนู ูุฑ ููุณุชุบูุฑ ูู ูู ุญุฌุฑ. ูู ุงููููุฉ ุงูุณุงุจุนุฉ: ููุฃูู ุง ุฃุฏุฑู ู ูุณู ุนููู ุงูุณูุงู ููุตุฑู ุนูู ูุฑุนูู ููุงู ุงู. ูู ุงููููุฉ ุงูุซุงู ูุฉ: ุฃุนุทุงู ุงููู ุชุนุงูู ู ุง ุฃุนุทู ุฅุจุฑุงููู ุนููู ุงูุณูุงู . ูู ุงููููุฉ ุงูุชุงุณุนุฉ: ููุฃูู ุง ุนุจุฏ ุงููู ุชุนุงูู ุนุจุงุฏุฉ ุงููุจู ุนููู ุงูุณูุงู . ูู ุงููููุฉ ุงูุนุงุดุฑุฉ: ุฑุฒูู ุงููู ุชุนุงูู ุฎูุฑ ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ. ูู ุงููููุฉ ุงูุญุงุฏูุฉ ุนุดุฑ: ูุฎุฑุฌ ู ู ุงูุฏููุง ูููู ููุฏ ู ู ุจุทู ุฃู ู. ูู ุงููููุฉ ุงูุซุงููุฉ ุนุดุฑ: ุฌุงุก ููู ุงูููุงู ุฉ ููุฌูู ูุงููู ุฑ ูููุฉ ุงูุจุฏุฑ. ูู ุงููููุฉ ุงูุซุงูุซุฉ ุนุดุฑ: ุฌุงุก ููู ุงูููุงู ุฉ ุขู ูุง ู ู ูู ุณูุก. ูู ุงููููุฉ ุงูุฑุงุจุนุฉ ุนุดุฑ: ุฌุงุกุช ุงูู ูุงุฆูุฉ ููุดูุฏูู ูู ุฃูู ูุฏ ุตูู ุงูุชุฑุงููุญ ููุง ูุญุงุณุจู ุงููู ููู ุงูููุงู ุฉ. ููู ุงููููุฉ ุงูุฎุงู ุณุฉ ุนุดุฑ: ุชุตูู ุนููู ุงูู ูุงุฆูุฉ ูุญู ูุฉ ุงูุนุฑุด ูุงููุฑุณู. ููู ุงููููุฉ ุงูุณุงุฏุณุฉ ุนุดุฑ: ูุชุจ ูู ุงููู ุจุฑุงุกุฉ ุงููุฌุงุฉ ู ู ุงููุงุฑ ูุงูุฏุฎูู ูู ุงูุฌูุฉ. ููู ุงููููุฉ ุงูุณุงุจุนุฉ ุนุดุฑ: ูุนุทู ู ุซู ุซูุงุจ ุงูุฃูุจูุงุก. ููู ุงููููุฉ ุงูุซุงู ูุฉ ุนุดุฑ: ูุงุฏู ู ูู ูุง ุนุจุฏ ุงููู ุฅู ุงููู ุฑุถู ุนูู ูุนู ูุงูุฏูู. ููู ุงููููุฉ ุงูุชุงุณุนุฉ ุนุดุฑ: ูุฑูุน ุงููู ุฏุฑุฌุงุชู. ููู ุงููููุฉ ุงูุนุดุฑูู: ูุนุทู ุซูุงุจ ุงูุดูุฏุงุก ูุงูุตุงูุญูู. ููู ุงููููุฉ ุงูุญุงุฏูุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ุจูู ูู ุจูุชุง ูู ุงูุฌูุฉ ู ู ุงูููุฑ. ููู ุงููููุฉ ุงูุซุงููุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ุฌุงุก ููู ุงูููุงู ุฉ ุขู ูุง ู ู ูู ุบู ููู . ููู ุงููููุฉ ุงูุซุงูุซุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ุจูู ุงููู ูู ู ุฏููุฉ ูู ุงูุฌูุฉ. ููู ุงููููุฉ ุงูุฑุงุจุนุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ูุงู ูู ุฃุฑุจุน ูุนุดุฑูู ุฏุนูุฉ ู ุณุชุฌุงุจุฉ. ููู ุงููููุฉ ุงูุฎุงู ุณุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ูุฑูุน ุงููู ูู ุนุฐุงุจ ุงููุจุฑ. ููู ุงููููุฉ ุงูุณุงุฏุณุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ูุฑูุน ุงููู ูู ุซูุงุจ ุฃุฑุจุนูู ุนุงู ุง. ููู ุงููููุฉ ุงูุณุงุจุนุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ุฌุงุก ููู ุงูููุงู ุฉ ุนูู ุงูุตุฑุงุท ุงูู ุณุชููู ูุงูุจุฑู ุงูุฎุงุทู. ููู ุงููููุฉ ุงูุซุงู ูุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ูุฑูุน ุงููู ูู ุฃูู ุฏุฑุฌุฉ ูู ุงูุฌูุฉ. ููู ุงููููุฉ ุงูุชุงุณุนุฉ ูุงูุนุดุฑูู: ุฃุนุทุงู ุงููู ุซูุงุจู ุฃูู ุญุฌุฉ ู ูุจููุฉ. ููู ุงููููุฉ ุงูุซูุงุซูู: ูููู ุงููู ูุง ุนุจุฏู ُูู ู ู ุซู ุงุฑ ุงูุฌูุฉ ูุบุณู ู ู ู ุงุก ุงูุณูุณุจูู
ุฏุฑุฉ ุงููุงุตุญูู ูู ุงููุนุธ ูุงูุงุฑุดุงุฏ hal. 18
Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”
(HR Majalis) Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin
yang dimaksud HR Majalis disini adalah periwayatnya dari para tabi’ tabi’in, Bukhari, Muslim, Imam, dll yang membenarkan hadist diatas
Banyak tulisan tulisan diinternet menganggap Kitab Duratun Nashihin berbahaya, karena memuat hadist dhoif terlebih lagi adanya fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (ulama wahhabi). Insya Allah Kitab ini dikarang Ulama Ahlus Sunah wal Jama'ah yang bermadzab Hanafi.
Akhirnya, semoga semua amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan ridho dari Allah sebagai seorang yang bertakwa sebagai bentuk tujuan dari dilaksanakan puasa ramadhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar